Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia
Bersama berbagai pemangku kepentingan (Multistakeholder Advisory Committee) berdiskusi dan bekerjasama menyusun Rencana Aksi Nasional Kesehatan Jiwa untuk terus mengejar peningkatan pelayanan dan membangun sistem kesehatan jiwa nasional yang lebih baik.
Sudah saatnya suara penyintas didengar dan diwujudkan!
- Menyeimbangkan Perlindungan dan Kebebasan: Peran Panti di Era Deinstitusionalisasi October 28, 2026
- ODS dan Olahraga: Menemukan Stabilitas Lewat Gerak October 28, 2026
- Menemukan Cahaya di Tengah Badai: Penyintas Gangguan Skizoafektif dalam Sudut Pandang Nilai-Nilai Ketuhanan Secara Universal October 26, 2026
- Tips Menghadapi Rasa Putus Asa Bagi ODGJ October 25, 2026
- “Saya Pernah Mengalami Waham, Tapi Saya Pulih” October 22, 2026
- Gaya hidup yang tepat untuk ODGJ ( Orang Dengan Gangguan Jiwa) October 20, 2026
- Refleksi, Stigma, dan Resiliensi: Kebudayaan Populer Dalam Pengalaman Hidup Penyintas Gangguan Skizoafektif October 19, 2026
- Hal-hal yang Membuat ODGJ Terus Berkembang dan Berdaya October 17, 2026
- Kebangkitan Jiwa yang Utuh: Memahami Proses Pemulihan Personal (Personal Recovery) pada Penyandang Gangguan Skizoafektif October 12, 2026
- Langkah Kecil bagi ODGJ agar Tetap Merasa Berharga October 7, 2026
Event dan Edukasi
Galeri Foto
Layanan Konsultasi berbayar dengan para peer counselor atau konselor sebaya KPSI baik tatap muka langsung maupun secara daring melalui aplikasi google meet. Untuk membuat perjanjian kontak hotlineย 6285773883889. Daftar Peer Counselor kami selengkapnya...
Ketua KPSI 2026-2031. Memiliki latar belakang pendidikan sastra Inggris, kemudian melanjutkan studi pasca sarjana di Deakin University melalui beasiswa Australia Awards. Sebagai penyintas (People with Lived Experience) Anto aktif dalam advokasi kesehatan jiwa di tingkat nasional, regional dan global.
Adalah Pendiri KPSI.
Caregiver buat kakaknya yang mengalami gangguan skizofrenia hampir 30 tahun ini. Beliau dapat memberikan perspektif keluarga yang mendampingi para penyintas skizofrenia.
Selain aktif sebagai relawan KPSI yang mengelola toko online, media sosial dan pengelola kegiatan offline, Aris juga memiliki minat dalam bisnis batu alam, kuliner dan seni. Sebagai penyintas, beliau berjuang unuk tetap mandiri.











































